RADIO LISTENERS CLUB INDONESIA

Mengenang Kejayaan RLCI era 70 sd 90an

Jumat, 03 April 2009

PERENUNGAN

Sepi….
hening…
sepi lagi...
teriak saja biar jadi gaduh
atau
pecahkan saja biar ramai
biar semua bangun..
biar semua datang..
biar sepi tidak semakin menggigit
PELNI- Petamburan 26 Juni 07

Manusia manusia yang diperkosa waktu,
Manusia yang rela dilumat kesibukan.
Nurani semakin lupa pada raga.
Lupa akan waktu bakal terhenti.
Tetap lalai meski suara-Nya memanggil.
PELNI- Petamburan 26 Juni 07

Hari ini,
besok atau lusa.
Tanpa harus menghitung,
tak perlu mendeteksi,
ajal pasti datang
meski tanpa melihat.
PELNI- Petamburan 26 Juni 07

Aku berdiri di ujung senja.
Menanti janji kekasih,
aku berdiri di ujung senja.
Tetap menanti sampai senja gelap.
PELNI- Petamburan 27 Juni 07

Lelaki ku
wahai lelaki ku,
jangan terus bersembunyi.
Lelaki ku
wahai lelaki ku
berlarilah,
berlomba mengejar seruan-Nya.

PELNI- Petamburan 27 Juni 07
Lelaki ku masih lelap dibuai mimpi dunia,
lelaki ku masih diam tak beranjak,
meski datang panggilan-Nya.
Lelaki ku mari melangkah,
mari bersujud dengan ikhlas.
PELNI- Petamburan 27 Juni 07

Pagi. Kopi. Rokok bengong….
Pagi. Kopi. Rokok kamar mandi…
Pagi yang sia-sia.
Pagi kapan berzikir. Wahai Lelaki-ku?

PELNI- Petamburan 27 Juni 07
07:15:42
Dalam diam ku rindu.
Kala rindu ku diam
Rindu untuk siapa.
Pada siapa merindu.
Rindu yang menjilat liar.

PELNI- Petamburan 27 Juni 07

Waktu semakin liar mengalir,
Semakin jauh,
Semakin tak terjangkau,
tapi laki-laki……
Dia tetap di hati.
PELNI- Petamburan 27 Juni 07
12:36:57

dengan kebodohanku,
kubiarkan kau melihat ku….seperti telanjang,
Tidak ada lagi suaraku,
Apalagi ego yang membungkus tubuh yang sudah tidak molek lagi.
Jangan pernah menilai kepolosan tubuh ku,
Tapi rasakan sepenuh nurani…..
Akh……..aku lelah!?

PELNI- Petamburan 27 Juni 07
15:13:46

Jangan pernah dirimu tak menilaiku.
Jangan pernah dirimu tak meninggikan ku.
Dan semestinya kau memberiku piala,
Karena aku pemeran utama
PELNI- Petamburan 27 Juni 07
15:35:12

perempuan dengan harum cendana
dan berhias untai melati
bersimpuh di ujung senja
tak lelah menanti belahan hati,
duh…belahan hati tak kunjung datang,
belahan hati tak pernah terbius wanginya.
perempuan dengan harum cendana
dan berhias untai melati
terus bersimpuh
tak lelah menanti….

PELNI- Petamburan 28 Juni 07
07:32:00

llelaki dengan mata jalang
melahap mangsa didepannya penuh birahi
lelaki dengan mulut terbuka lapar,
siap melahap rakus hidangan….
Meski tidak bertutup saji.
Llelaki dengan birahi tercecer pada jejaknya,
Terus mengembara
Mengenyangkan diri

PELNI- Petamburan 28 Juni 07
07:33:01
seandainya tangis dijual di pasar swalayan…
seandainya kesedihan dijajakan dikaki lima…
seandainya ada yang menawarkan kekecewaan
sudah kubeli dari kemarin walau dengan harga yang tinggi

PELNI- Petamburan 28 Juni 07
07:34:02


tubuh molek tergolek tak berbaju
berselimut pekat malam
tubuh molek tergolek tak berbaju
didekap dingin malam
tubuh molek tergolek tak berbaju
yang tak terjamah

PELNI- Petamburan 28 Juni 07
15:19:00
Telah Kulempar sepi kedalam jurang
Telah kubenamkan sepi kedasar laut
Telah kutelan sepi sampai ke empedu
Tapi sepi tetap kembali
PELNI- Petamburan 29 Juni 07
08:23:23

berdiri di ujung laut
dari senja sampai fajar sampai senja lagi
tetap nyiur tak melambai
laut tak berombak, kapal tak berlabuh.
Laut jadi sepi
PELNI- Petamburan 29 Juni 07
08:24:31

dari ruku sampai sujud,
dari takbir sampai salam
bersimpuh diatas sajadah tak henti berzikir
masih tak cukupku untuk bertemu dengan-Mu
PELNI- Petamburan 29 Juni 07
09:42:43

mestinya cinta itu masih kugenggam, kudekap dan ku peluk erat,
tapi apa daya jemariku lunglai
tubuhku lemah raga
tak lagi setegar batu karang, sehingga cinta kubiarkan lepas
dihantam gelombang sampai tak bersisa

PELNI- Petamburan 30 Juni 07
10:32:15
kucari cinta dibalik cermin, tak berbayang.
Kucari cinta dimeja makan, terasa hambar.
Kucari cinta diatas ranjang, semakin tak berujud.
Kenapa cinta begitu rumit? Atau jadi sepele?

PELNI- Petamburan 30 Juni 07
10:44:49




Ketika mulut lelah menyebut nama-Nya
Ketika hati tak sanggup lagi mengingat nama-Nya
Ketika nurani tak lagi bermata
Dan langitpun tak mau membentang naungnya
Bumipun meronta enggan tuk dipijak
Semua menjadi senyap lenyap tak berwujud lagi
Tinggal menunggu kesaksian
DUTA MEKAR ASRI 7 Juli 2007
07:19:56

Rasa datang biarkan saja mengalir
Rasa menusuk biarkan saja merajai
Ketika semua rasa bercampur,
tak ada rasa sakit.
Tak ada rasa pahit
Kubiarkan rasa menari nari
Tak kuasa berhenti.
DUTA MEKAR ASRI 10 Juli 2007
21:25:36

Ini bukan persimpangan
Dimana kita harus memilih
Jalan apa yang harus dilalui
Kaki tak mesti mengerti
Apakah jejak harus ditinggal atau dihapus
Tak ada pilihan
Hanya tanya yang semakin nyata
Dan tak untuk dijawab
DUTA MEKAR ASRI 11 Juli 2007
15:30:24

Ketika Tempat berpijak semakin goyah dan kaki terpaksa tegar,
Menyangga jiwa yang hampir runtuh
Biarkan saja hidup tetap berjalan, ringan tanpa disesaki dengan penderitaan
Tanpa dibasahi air mata.
Biarkan saja hidup dalam pilihan

DUTA MEKAR ASRI 24 Juli 2007
12:48:24


free counters

Lilypie Kids birthday PicLilypie Kids birthday Ticker

Minggu, 11 Januari 2009

KLUB PENDENGAR GELOMBANG PENDEK

R ADIO Listeners Club Indonesia (RLCI) merupakan wadah pecinta siaran-siaran radio khusus gelombang pendek , yang lebih dikenal dengan sebutan "SWLers" (Short Wave Listeners) atau DXers (Distance X-ers) yang anggotanya tersebar di seluruh Indonesia.

Organisasi ini pertama kali dibentuk di Jakarta oleh enem pendengar setia siaran radio gelombang pendek, yakni Ben Linggo Watjono (Jakarta), Edi Setiawan (Jakarta), Martinez Lie(Solo), Nazrulla (Kanada), Fanita Kurniawati (Cirebon), Peggy Kwee (Jakarta)